Dihantam Kemarau Basah, Produksi Kopi Robusta Temanggung 2026 Diprediksi Merosot

TEMANGGUNG, Cakram.net – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung memperkirakan produksi kopi Robusta pada musim panen 2026 turun sekitar 40 hingga 60 persen. Penurunan dipicu kemarau basah pada 2025 yang menyebabkan banyak bunga kopi rontok saat fase pembungaan.

Pemerintah berharap, tren kenaikan harga kopi pada puncak panen Juli-Agustus mampu menjaga pendapatan petani di tengah menurunnya hasil produksi.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKPPP Kabupaten Temanggung, Sumarno, mengatakan curah hujan yang masih tinggi pada masa pembungaan mengganggu proses pembentukan buah. Selain menyebabkan bunga berguguran, kelembapan yang tinggi juga meningkatkan serangan jamur pada tanaman kopi.

“Memang tahun ini terjadi penurunan produksi sekitar 40 sampai 60 persen akibat iklim ekstrem tahun lalu,” katanya, dilansir dari laman resmi Pemkab Temanggug, Senin 13 Juli 2026.

Menurut Sumarno, harga kopi yang membaik menjadi harapan untuk mengurangi dampak penurunan produksi. Puncak panen yang berlangsung hingga Agustus diperkirakan masih membuka peluang kenaikan harga di tingkat petani. “Semoga harga kopi meningkat, sehingga biaya budidaya kopi dapat tertutupi,” ujarnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *