Dihantam Kemarau Basah, Produksi Kopi Robusta Temanggung 2026 Diprediksi Merosot

Kondisi tersebut dirasakan petani di sejumlah sentra kopi Temanggung. Wawoh (50), petani kopi di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, mengatakan hasil panen tahun ini jauh lebih sedikit dibandingkan musim normal, karena banyak bunga kopi rontok akibat hujan yang turun saat musim kemarau.

“Buahnya memang tidak banyak. Saat bunga keluar masih sering hujan, sehingga banyak yang rontok,” ujarnya, Kamis 9 Juli 2026.

Wawoh yang mengelola kebun kopi Robusta seluas sekitar satu hektare menyebut harga kopi kering campuran saat ini berkisar Rp58.000 per kilogram, sedangkan kopi basah Rp15.500 per kilogram. Harga tersebut relatif sama dengan musim panen tahun lalu, namun masih di bawah harga tertinggi yang pernah mencapai Rp100.000 per kilogram.

Sementara itu, Setyo, petani kopi asal Kecamatan Kledung, memilih meningkatkan nilai tambah hasil panennya dengan mengolah biji kopi menjadi kopi bubuk dan kopi siap seduh. Cara tersebut dinilai lebih menguntungkan dibanding menjual biji kopi kepada pengepul.

“Saya jual kopi siap seduh. Saya juga jual kopi di minuman kopi. Alhamdulillah hasilnya lebih baik,” katanya. Menurutnya, kopi memiliki daya simpan yang lama, sehingga tidak harus langsung dijual setelah panen. (*)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *