Saat ini terdapat dua unit usaha yang masih berjalan, yakni produk spray antibau helm Helmora dan paket wisata Dusun Tayeman, Kopeng, di lereng Gunung Merbabu.
Sejak diluncurkan pada Februari 2026, terang Liliek, spray antibau helm Helmora telah terjual hampir 100 botol. Produk tersebut dibuat dari ekstrak kulit nanas, lemon, dan daun sirih, yang mengandung flavonoid, tanin, fenol, serta minyak atsiri. Berdasarkan uji laboratorium Balai Laboratorium Kesehatan (Balabkes) Jawa Tengah, kandungan tersebut tidak hanya memberikan aroma segar, tetapi juga membantu melawan kuman.
Pemasaran Helmora dilakukan melalui platform daring dan penjualan langsung saat Car Free Day. Produk itu tersedia dalam dua ukuran, yakni 60 ml seharga Rp8.000 dan 100 ml seharga Rp15.000.
Sementara itu, imbuhnya, paket wisata Dusun Tayeman di lereng Gunung Merbabu telah diminati wisatawan lokal hingga mancanegara, termasuk Jepang. Dengan tarif Rp100.000, pengunjung dapat menikmati suasana slow living di Dusun Tayeman, trekking di Gunung Andong, serta menyaksikan kesenian tradisional Soreng.
“Harapannya, ini menjadi pilot project agar mereka dapat belajar berwirausaha meski dimulai dari usaha kecil. Selain itu, kami berharap usaha ini dapat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkas Liliek. (*)
