Gubernur Luthfi menginstruksikan agar program Logis segera disosialisasikan secara masif ke sekolah-sekolah demi mendukung kampanye zero bullying. Selama ini, ia menilai isu kesehatan mental kerap luput dan baru mendapat perhatian setelah kasusnya telanjur mencuat ke publik.
“Dengan adanya konsultasi gratis ini, warga yang mengadu bisa lebih terlindungi privasinya,” tambah Luthfi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Zulfachmi Wahab, menambahkan bahwa Logis merupakan program unggulan kesehatan setelah program Dokter Spesialis Keliling (Spelling). Jika dalam konsultasi daring ditemukan indikasi gangguan medis yang serius, petugas akan langsung menindaklanjutinya lewat kunjungan rumah (home visit).
“Hadirnya layanan ini untuk menjawab kendala jarak, waktu, dan rasa malu. Layanan dilakukan secara privat. Kalau terindikasi medis, kami lakukan kunjungan rumah,” jelas Zulfachmi.
Berdasarkan data Dinkes Jateng hingga Triwulan I 2026, sebanyak 2,13 juta penduduk dewasa telah mengikuti skrining kesehatan jiwa melalui program Cek Kesehatan Gratis, dengan 14.600 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kini dalam penanganan puskesmas.
