BANTUL,Cakram.net – Pemkab Bantul menambah anggaran belanja tak terduga untuk penanganan wabah corona virus disease 2019 atau COVID-19 dari sebelumnya sekitar Rp20 miliar menjadi sekitar Rp90 miliar.
“Kalau anggaran, kami sekarang ini menambah belanja tak terduga untuk kegiatan-kegiatan terkait penanganan COVID-19, kami persiapkan sekitar Rp90 miliar untuk kegiatan itu, jadi selain Rp20 miliar yang sudah kami cairkan kami nambah sekitar Rp70 miliar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis, Minggu (26/4/2020).
Menurut dia, anggaran penanganan wabah virus corona jenis baru itu berasal dari anggaran dari pengalihan berbagai kegiatan baik belanja modal maupun belanja barang dan jasa yang dinilai pemerintah daerah tidak mendesak untuk dilaksanakan.
“Misal kegiatan perjalanan dinas, kemudian kegiatan belanja mebel itu bagi bukan hal-hal yang harus dilaksanakan dalam waktu dekat, sehingga dialihkan kepada belanja tak terduga untuk mempersiapkan kebutuhan penanganan COVID-19,” katanya.
Sekda Bantul yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul mengatakan, anggaran yang dipersiapkan untuk penanganan corona itu masih dimungkinkan ditambah jika memang dirasa masih kurang atau kebutuhan penting yang lain yang belum tertangani.
“Sampai hari ini masih mempersiapkan Rp90 miliar dan nanti kami akan melihat kebutuhan-kebutuhan yang mungkin akan terjadi, kalau memang terpaksa harus ditambah kita akan melaksanakan penambahan sesuai dengan kebutuhan tentunya,” katanya.
Helmi mengatakan, berbagai kegiatan dalam penanganan wabah virus corona jenis baru itu di antaranya untuk bidang kesehatan seperti pemenuhan kebutuhan alat pelindung diri (APD) dan lain-lain, kemudian pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak COVID-19.
“Sementara ini kami alokasikan untuk tiga hal, yaitu kesehatan, kemudian ekonomi dan sosial, tapi berapa besarannya yang untuk ekonomi dan sosial kami masih dalam proses pendataan yang sampai sekarang belum ada finalisasi,” kata Helmi. (Ant/Cakram)
