Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Boyolali Meningkat

BOYOLALI, Cakram.net – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Gerakan Boyolali di Rumah Saja berimbas pada meningkatnya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Boyolali .

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina mengungkapkan puncak kasus positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali terjadi pada pekan ke-26.

“Jadi di Boyolali puncak kasus ada di minggu ke-26, kemudian kalau dilihat grafik angka kesembuhan cenderung naik. Angka kematian ternyata trennya belum turun, masih cenderung naik. Sedangkan untuk kasus aktif sudah mulai melandai, sudah mulai turun,” jelas Lina, dilansir dari laman Pemkab Boyolali, Senin 2 Agustus 2021.

Angka kasus Covid-19 di Kota Susu tercatat sebanyak 21.848 dengan rincian 309 pasien dirawat di rumah sakit, 1.221 menjalani isolasi mandiri. Selanjutnya selesai isolasi 19.239, dan meninggal 1.079 orang.

Berdasarkan data tersebut, kondisi di Kabupaten Boyolali untuk persentase kesembuhan sebesar 88,1 persen, sedangkan persentase kematian 4,9 persen. Dari data indeks kesehatan masyarakat itu, Boyolali saat ini nilainya 2,45. Artinya Boyolali masuk zona resiko rendah atau zona kuning.

“Semoga dengan kebijakan pemerintah terkait PPKM Darurat, PPKM Level 4 nanti jumlah kasus semakin menurun. Sehingga Boyolali segera menjadi zona hijau,” ujarnya.

Lina mengimbau kepada masyarakat agar melakukan isolasi mandiri secara terpusat di tempat yang sudah disediakan oleh pemerintah. Hal itu untuk menekan jumlah klaster keluarga yang terjadi apabila pasien terkonfirmasi Covid-19 melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Fungsi masuk di isolasi terpusat biar tidak semakin berkembang penularannya sehingga menjadi klaster keluarga untuk mengurangi penambahan kasus,” ungkapnya.

Disinggung mengenai pelaksanaan vaksinasi tahap ketiga untuk tenaga kesehatan (nakes), pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah. Sekitar 4.000 nakes akan mendapatkan vaksinasi tahap ketiga jenis Moderna, tapi menunggu dropping dari Kementerian Kesehatan maupun dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

“Di Boyolali sendiri kurang lebih ada sekitar 4.000 nakes, karena kebetulan dosis ketiga ini hanya untuk nakes yang berada di pelayanan langsung ke pasien,” katanya.

Disampaikan, vaksin jenis Moderna tersebut sudah mendapatkan rekomendasi dari WHO. Perbedaan jenis vaksin tahap ketiga dengan tahap sebelumnya, salah satu tujuannya untuk meningkatkan efektifitas sehingga jenis vaksin ini sudah digunakan di berbagai negara lain. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *