KLATEN, Cakram.net – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten langsung turun tangan menyiapkan lima tangki tandon air dan lima truk tangki untuk mendistribusikan air bersih bagi lima desa (Desa Karangan, Jurangjero, Kunden, Beku, Brangkal dan Blanceran) di Kecamatan Karanganom, menindaklanjuti keluhan macetnya pasokan air oleh pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Merapi tersebut.
Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan BPBD Klaten, Rujedi mengatakan, pihaknya sudah melakukan asesmen lapangan dan menunggu koordinasi dengan PDAM.
“Kita sudah siapkan lima tangki tandon air berkapasitas 5.300 liter dan lima truk tangki. Untuk sopir truk kita tidak ada karena sedang fokus acara Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB). Tinggal menunggu koordinasi dengan PDAM saja,” jelas Rujedi, dilansir dari klatenkab.go.id, Senin 25 April 2022.
Kepala Desa Jurangjero, Ali Murtopo memaparkan air mati total sejak 19 April 2022, namun mulai mati temporer sejak 8 April 2022. Ia menyebutkan total warga terdampak di desanya sejumlah 329 Kepala Keluarga (KK) dan berharap ada kebijakan darurat.
“Kita sudah tahu pipa saat ini isinya cuma seperempat. Tapi menghadapi mudik pasti kebutuhan tinggi, kita kooperatif yang penting ada kebijakan darurat yang bisa menentramkan warga, kalau bisa H-7 sudah normal,” jelasnya.
Selain itu Kepala Desa Beku, Alex Bambang menyampaikan sudah sekitar seminggu air warga tidak lancar. “Banyak warga bertanya saya jawab ada kerusakan. Kita berharap ada surat dari PDAM yang menjelaskan penyebabnya sehingga bisa menjawab pertanyaan warga,” ungkapnya.
