Gerakan Mbah Dirjo Mampu Kelola 64 Ton Sampah Organik di Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA, Cakram.net – Gerakan mengolah limbah dan sampah dengan biopori ala Jogja (Mbah Dirjo) yang digalakkan Pemerintah Kota Yogyakarta bersama Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta sudah mampu mengelola sampah secara signifikan. Oleh sebab itu Pemkot Yogyakarta akan semakin menggalakan gerakan Mbah Dirjo di level wilayah untuk mengurangi volume sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Piyungan.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo menegaskan berkaitan dengan penanganan sampah di Kota Yogyakarta Pemkot Yogyakarta masih berproses dan mengembangkan beberapa skema pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan. Salah satunya dengan Gerakan Mbah Dirjo.

“Kita terus menggalakan Mbah Dirjo. Informasi yang kami terima dari DLH Kota terjadi penurunan (volume sampah) yang cukup signifikan,” kata Singgih, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Selasa 5 September 2023.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat per 4 September 2023 Gerakan Mbah Dirjo telah menghasilkan sekitar 23.000 titik biopori dengan kapasitas volume mencapai sekitar 64 ton. Jumlah tersebut tersebar di wilayah kelurahan atau bank sampah dan lingkup perangkat daerah Pemkot Yogyakarta antara lain pariwisata, kebudayaan, perindustrian, perdagangan, kesehatan dan pendidikan.

“Pentingya edukasi Mbah Dirjo di level wilayah. Mbah Dirjo ini di bulan ini akan kita galakkan secara masif libatkan bank sampah basis RW. Sampah anorganiknya sudah (gerakan zero sampah anorganik), sekarang sampah organik. Jadi memilah sampah selesai di rumah,” terangnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *