YOGYAKARTA, Cakram.net – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggandeng Kelompok Tangguh Bencana (KTB) melaksanakan simulasi peralatan Early Warning System (EWS) atau Sistem Peringatan Dini Banjir di lima titik lokasi, yakni Sungai Winongo, Sungai Code, Sungai Gajah Wong, Kali Buntung, serta Kali Belik.K Simulasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan KTB serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya banjir, di wilayah Kota Yogyakarta.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi hingga awal tahun depan.
“Simulasi ini untuk memastikan seluruh sistem peringatan dini berfungsi dengan baik. Karena menurut prakiraan BMKG, mulai Oktober hingga Januari nanti akan terjadi peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana,” ujarnya, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Rabu 5 November 2025.
Menurutnya, saat ini BPBD Kota Yogyakarta telah memiliki 26 perangkat EWS yang tersebar di berbagai sungai. Ia juga telah memastikan EWS yang tersebar berfungsi dengan baik.
“Karena cuaca ekstrim dapat mempengaruhi jaringan listrik dan komunikasi, maka kita juga menyiapkan sistem cadangan seperti radio HT di setiap wilayah untuk memastikan komunikasi tetap berjalan bila sistem utama terganggu,” tambahnya.
