BATANG, Cakram.net — Pemerintah Kabupaten Batang mengambil langkah tegas untuk menutup celah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui digitalisasi menyeluruh, sektor pariwisata hingga kantong-kantong parkir di Batang ditargetkan beralih ke sistem nontunai sepenuhnya dalam waktu dekat.
Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menekankan pentingnya membangun budaya transaksi digital di tengah masyarakat. Ia menepis keraguan sebagian pihak yang menilai warga masih kesulitan mengadopsi sistem nontunai, mengingat angka literasi keuangan di daerah tersebut telah menyentuh 78 hingga 80 persen.
“Angka literasi keuangan kita 78% sampai 80%. Artinya, minimal 80% masyarakat kita punya rekening dan mobile banking. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak diterapkan,” tegas Faiz, dikutip dari portal resmi Pemkab Batang, Selasa (27/10/2026).
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan, Bupati memberikan instruksi dengan tenggat waktu yang ketat bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Seluruh persiapan ditargetkan rampung pada bulan April mendatang.
Kebijakan ini tidak sekadar menjadi imbauan, melainkan ditetapkan sebagai Indikator Kinerja Utama (Key Performance Indicator/KPI) yang akan dievaluasi secara berkala. Kegagalan dalam mencapai target tersebut akan menjadi bahan evaluasi kinerja OPD bersangkutan.
