Buka Pendaftaran Cabup-Cawabup Demak, Gerindra Pastikan Tanpa Mahar

DEMAK, Cakram.net  – DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak membuka pendaftaran calon bupati dan wakil bupati (cabup – cawabup) untuk Pilkada Kabupaten Demak tahun 2020, mulai 28 Oktober 2019. Pendaftatan yang terbuka bagi masyarakat umum itu dipastikan tanpa mahar politik.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak, Maskuri menyampaikan, Partai Gerindra membuka kesempatan bagi para  putera terbaik untuk mengabdi pada daerah melalui Pilkada 2020.  Pendaftaran cabup – cawabup di Partai Gerindra dilakukan secara fair.

“Kami juga mengakomodir semua peluang terbaik. Tidak harus kader, asalkan bersedia berjuang untuk memakmurkan daerah dan kepentingan rakyat, termasuk  membesarkan Partai Gerindra,” ujar Maskuri di acara  seminar politik dan temu kader, Minggu (27/10/2019).

Karena belum bisa mengusung pasangan cabup-cawabup sendiri, Gerindra yang memperoleh 8 kursi di DPRD Demak akan menjalin koalisi dengan parpol lain. Menurut Maskuri, komunikasi telah dibangun dengan parpol-parpol besar peraih kursi terbanyak seperti PDIP, PKB dan Partai Golkar.

“Yang penting parpol-parpol yang memiliki kesamaan ideologi. Karenanya kami pun membuka diri bagi  parpol kecil yang berniat koalisi dengan Partai Gerindra untuk Pilkada 2020,” imbuh politikus asal Sayung itu.

Pada saat sama Ketua Panitia Pendaftaran Cabup – Cawabup Marwan didampingi Sekretaris Pendaftaran Mu’ti Kholil menjelaskan, pengambilan formulir di Kantor DPC Partai Gerindra di Jalan Lingkar Demak mulai 28 – 31 Oktober 2019. Sedangkan pengembalian formulir dan verifikasi pada 14-16 November 2019. “Berkas yang memenuhi syarat administrasi selanjutnya akan dikirimkan ke DPP melalui DPD untuk mendapatkan rekomendasi,” jelas Mu’ti Kholil.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Jateng Abdul Wachid menambahkan, kewenangan seleksi cabup – cawabup ada di DPC. Hanya saja ada rambu-rambu yang mesti digunakan pada tahapan seleksi.

“Jika perlu, cabup – cawabup sebelum lolos verifikasi dan mendapatkan rekomendasi DPP, wajib menandatangani pakta integritas. Yang di antaranya berisi kesungguhan memajukan daerah dan menyejahterakan rakyat Demak, termasuk bersedia membesarkan Partai Gerinda,” terangnya.

Menurut Wachid, sudah menjadi pengetahuan umum setelah sukses diusung, kepala daerah menutup komunikasi dengan parpol pengusung. Bahkan tak jarang melompat parpol lain, dengan dalih loyal pada pimpinan (di jalur birokrasi), yang kebetulan bersebarangan  atau oposisi. (Sar/dhi)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *