Mensos Akui Penyaluran BST Ada yang Tidak Tepat Sasaran

Berbagi berita ...

UNGARAN, Cakram.net – Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara mengakui dalam penyaluran bantuan sosial tunai (BST) kepada masyarakat terdampak COVID-19 ada yang tidak tepat sasaran, dan itu sesuatu yang wajar. Namun penyaluran BST yang tidak tepat sasaran prosentasenya sangat kecil bila dibandingkan dengan BST yang tepat sasaran.

“Kalau 100 persen sempurna saya kira sulit. Tapi saya yakin antara yang tepat sasaran dan tidak tepat sasaran prosentasenya lebih banyak yang tepat sasaran, karena saya sering turun ke daerah-daerah dan berdialog langsung dengan penerima bansos,” katanya usai penyaluran BST di Pendapa Kantor Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2020).

Juliari mengatakan pihaknya akan terus turun ke daerah-daerah untuk memantau penyaluran BST kepada masyarakat. Tujuannya untuk memastikan penyaluran BST berjalan lancar tanpa ada permasalahan.

“Sebelum ke Ambarawa saya ke Kota Semarang dan Solo, sejauh ini penyaluran BST berjalan lancar dan tidak ada masalah di lapangan. Saya lihat masyarakat sangat senang dan tidak ada masalah-masalah yang terlalu prinsip dalam penyaluran,” ungkapnya.

Menurut Juliari, adanya kesalahan atau permasalahan dalam penyaluran BST tahap pertama akan menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan penyaluran tahap berikutnya.

“Saya kira tahap pertama kalau masih ada perbaikan wajar saja. Untuk tahap berikutnya sudah tahu yang kurang bagus atau kurang pas kita perbaiki,” ujarnya.

Juliari menjelaskan, Kemensos tidak sendirian dalam penyaluran BST. Karena ada keterlibatan pemerintah daerah dan PT POS.

“Kita minta pemerintah daerah dan PT POS untuk meningkatkan kerjasama dan koordinasi. Sehingga dalam penyaluran bantuan tidak ada masalah,” tandasnya.

Disinggung apakah program BST akan berkelanjutan jika wabah COVID-19 belum berakhir, Juliari menyatakan Kemensos sudah membuat perencanaan. Dimungkinkan program BST akan diteruskan bulan Juli sampai September.

“Tapi kita tunggu keputusan Presiden, saya yakin Presiden sangat concern dan ingin membantu masyarakat yang benar-benar terdampak COVID-19. Untuk anggarannya saya tidak ingat, sepertinya Menteri Keuangan sudah menganggarkan,” katanya. (dhi/Cakram)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *