Pemkot Yogyakarta Siapkan Skema Intervensi Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta Edy Muhammad menyebut dari data yang masuk, total ada 248 anak yang kehilangan orangtua karena meninggal terpapar Covid-19. Sekitar 22 anak di antaranya harus kehilangan ayah ibunya dan menjadi yatim piatu. Sedangkan sisanya kehilangan salah satu orangtua misal ayah (piatu) atau ibu( yatim).

“Kami lakukan pendampingan psikologis lewat puspaga secara proaktif ke wilayah. Terutama prioritas yang yatim piatu karena sebagian syok kehilangan orang tua lantaran tidak mengira orang tua meninggal, sehingga butuh pendampingan untuk memberikan penguatan,” terang Edy.

Dia menyatakan masih akan melakukan pencermatan dan pemilahan data ratusan anak yang kehilangan orangtua karena meninggal terpapar Covid-19. Pemilihan terkait anak itu masuk dalam data keluarga program Keluarga Menuju Sejahtera (KMS) maupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dari Kementerian Sosial. Hal itu untuk penanganan berkelanjutan yang akan dikoordinasikan dengan instansi lain seperti Dinas Sosial dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Yogyakarta.

Di samping itu pemilihan data sampai pada usia anak di bawah 5 tahun( balita) dan di bawah 2 tahun (baduta). “Kami akan pilah mana yatim, piatu dan yatim piatu yang baduta dan balita. Ini terkait penanganan lebih spesifik seperti permasalah pemberian ASI. Untuk pengasuhan dimulai  dari saudara terdekat atau kerabat dulu. Jika tidak ada, kami akan tindaklanjuti dan jangkau agar anak bisa tumbuh dengan baik,” ucapnya. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *