”Harapannya hasil masyarakat ya negatif semua tapi kalau pun ada yang kita tindak lanjuti, ini merupakan bentuk penguat program vaksin yang sudah optimal. Masyarakat bisa tes antigen bisa PCR dan nanti mobile ya, karena yang swab itu mesti di laboraturium, nanti disini bisa digunakan masyarakat tanpa harus ke laboraturium dan selesainya sangat cepat yakni empat jam keluar hasilnya. Tapi penekanan awal adalah antigen,” jelasnya.
Ia mengatakan, Kota Yogyakarta sudah terbilang landai dalam penderita Covid-19. Terlebih sebentar lagi 100 persen bebas vaksin. Namun tidak menutup kemungkinan yang sudah di vaksin masih bisa terkena Covid-19.
“Salah satu upaya menghentikan pandemi ini adalah 3T Testing, Tracing dan Treatment , 5M serta tuntas vaksinasi. Saat ini wilayah Malioboro dan Tugu wajib vaksin dan masker. Mobil ini akan di tempatkan pada event-event tertentu seperti ke acara WJNC,” ujarnya.
Fasilitas dari mobil tersebut di antaranya antigen bisa dilihat dan PCR bisa ditunggu. Biar mendapat keyakinan dari pemerintah guna antisipasi gelombang ketiga. Semata-mata karena capaian vaksin di Kota Yogyakarta sangat tinggi dan juga semakin memperkuat testingnya. Karena rata-rata hingga saat ini 90 persen yg meninggal itu adalah yang belum vaksin.
