“Jika ada perusahaan besar yang membutuhkan pasokan bahan baku dan dapat dipenuhi oleh pelaku UMKM tentu akan sangat membantu pengembangan usaha kecil,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Bupati berjanji akan menata beberapa aset daerah menjadi Kawasan terpadu pengembangan potensi pertanian, pariwisata dan UMKM.
Kepala DPMPTSP, Valeanto Sukendro menjelaskan temu kemitraan dilaksanakan untuk menuntaskan kendala utama pelaku UMKM. Disebutkan, pemasaran produk masih menjadi momok memajukan UMKM. Pihaknya akan memfasilitasi penyelesaian masalah itu lewat kemudahan perizinan paska terbitnya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. “Sesuai RPJMD, akan diberikan kemudahan izin bagi pelaku UMKM. Selain itu akan diciptakan perusahaan besar yang pro UMKM dengan pola bela beli produk lokal,” terangnya.
Ketua UKM Center Kisnarko menyambut baik kepedulian Pemkab Semarang mengembangkan usaha ratusan koleganya. “Selain penjualan secara online di masa pandemi, pemasaran offline akan dapat meningkatkan omzet,” katanya. (dhi)
