Anis berharap, sebanyak 45 peserta itukan yang nantinya akan menjadi pelatih dengan menularkan ilmunya di lingkungan masing-masing, sehingga Iket Jingkengan bisa menjadi ciri khas iket di Kabupaten Magelang.
“Peserta sebanyak 45 orang, termasuk di sini kami libatkan generasi milenial. Kami sebagai staff Disparpora juga ikut belajar ini,” terangnya.
Dedi Panggung Suprabowo, salah satu narasumber mengatakan iket yang dibuat tersebut berbeda dari iket pada umumnya. Bukan gaya Yogyakarta maupun Surakarta.
“Ini kita mengaplikasikan bagaimana orang dulu memakai iket. Namun kalau sekarang memakai iket secara manual kan ribet. Makanya kita buat iket yang langsung pakai. Uniknya ini bukan gaya Yogyakarta maupun Surakarta. Ini gaya Magelang,” kata Dedi.
