Pemprov Jateng Gelar Popda, Diikuti 1.025 Atlet

Pemetaan cabor digelar dengan pertimbangan mengurangi potensi penularan Covid-19. Hal itu sekaligus hasil pemetaan Disporapar Jateng bersama dengan Tim Gugus Tugas Covid yang dirasa aman dihelat di masa pandemi.

“Kita lakukan secara bertahap karena kita menghindari kerumunan. Kalau cabor kita gelar dalam waktu bersamaan tentu sangat berpotensi terhadap kerumunan sehingga kita pecah menjadi dua tahap. Semua peserta kita pastikan sudah vaksin. Pada saat registrasi kita lakukan tes antigen. Jadi kita tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat terhadap even ini,” imbuhnya.

Dengan lokasi penyelenggarannya di Kota Semarang yang terbagi menjadi beberapa venue. Yaitu kawasan Stadion Jatidiri, Tri Lomba Juang, Stadion Diponegoro, Unnes, dan GOR Dolog.

Adapun tujuan Popda, lanjutnya, merupakan pola pembinaan secara berjenjang, dan berkelanjutan. Artinya, Pemprov Jateng menyiapkan atlet junior di tingkat pelajar,  kemudian mereka melaksanakan kegiatan even kejuaraan. Setelahnya, pemerintah akan mendapatkan atlet potensial untuk pengembangan dan pembinaan di usia emasnya.

“Target kita adalah di PON dan mengantarkan mereka ke even yang lebih tinggi yaitu di PON,” ujarnya sembari berpesan agar atlet menjaga sportivitas dan menjaga kesehatan di masa pandemi.

Seorang atlet sepatu roda dari Kota Semarang, Tahta S, mengaku even ini menjadi ajang pembuktian diri hingga dirinya berhasil meraih emas 200 meter di Popda ini. “Alhamdulillah senang, banggajuga bisa dapat medali emas. Sebelumnya juga pernah (raih emas). Tahun ini, pertama,” kata dia. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *