Jika ditemukan masih ada yang tidak sesuai, ia meminta agar dilakukan perbaikan selama dua minggu PTM diliburkan.
“Termasuk penyemprotan desinfektan, penyediaan wastafel dan air mengalir serta pengaturan jarak antar bangku di dalam kelas ini perlu diperhatikan kembali” imbuhnya
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M Abdul Hakam menuturkan sebanyak 76 siswa dan guru di Kota Semarang terinfeksi Covid-19. Setiap sekolah, lanjut Hakam memiliki jumlah kasus yang berbeda-beda.
Ia menyampaikan ada sekolah yang hanya ditemukan satu kasus saja. Namun ada juga dalam satu sekolah yang ditemukan lebih dari 10 kasus. Hal ini yang membuat sekolah tersebut disebut klaster sekolah atau klaster pendidikan.
