“SD ada, tapi yang paling banyak memang di SMA/SMK. Kemarin, saya sampaikan kepada pak wali, mungkin ada sekitar 76. Kemudian, guru juga ada beberapa yang nyumbang juga walaupun tidak sebanyak siswa,” tuturnya
Hakam menjelaskan, jika temuan kasus yang ada di Kota Semarang adalah hasil random sampling yang dilakukan oleh Puskesmas masing-masing wilayah di sekolah-sekolah.
Pasalnya memang dari bulan September 2021 hingga bulan Februari 2022 ini, Dinas Kesehatan terus melakukan random sampling disemua sektor termasuk sektor pendidikan.
“Makanya PTM dihentikan dulu sementara untuk melihat perkembangan kasusnya,” ucapnya. (Cakram)
