“Shelter Giwangan ini memiliki enam ruangan, setiap ruangan diisi satu pasien saja. Sehingga jika ada warga yang tidak bisa isolasi mandiri di rumah, shelter Giwangan bisa dijadikan isolasi warga Giwangan,” jelasnya.
Untuk fasilitas shelter Giwangan sendiri antara lain memiliki kamar mandi dan ruang aula. Sementara untuk ruang isolasi di shelter Giwangan ini menggunakan tikar karena keterbatasan fasilitas.
Dyah Murniwarini juga menjelaskan, kesiapan shelter ini terus berkoordinasi dengan posko PPKM dan lembaga masyarakat yang ada di Kelurahan Giwangan seperti PKK, KTB, KATANA, KESI, Jagawarga dan sebagainya.
Walaupun sudah ada ketersediaan isolasi di shelter Giwangan, namun sampai saat ini belum dipakai untuk isolasi oleh warga setempat.
