Damkarmat Kota Yogyakarta Targetkan 40 Lokasi Inspeksi Sistem Proteksi Kebakaran

Octo menjelaskan inspeksi sistem proteksi kebakaran akan dilaksanakan berdasarkan klasifikasi bangunan rendah 4 lapis ke bawah dan bangunan sedang 4 sampai 9 lapis. Ada juga pemeriksaan proteksi aktif di antaranya pompa kebakaran, fire alarm, main control valve, sprinkler, hidran halaman, hidran gedung, detector kebakaran, titik panggil, pemadam otomatis dan alat pemadam kebakaran ringan.

Sedangkan pemeriksaan proteksi pasif meliputi sarana penyelamatan penunjuk arah, pencahayaan darurat, lift kebakaran dan titik kumpul. Selain itu pemeriksaan berkaitan dengan manajemen keselamatan kebakaran gedung meliputi struktur, rencana tindak darurat kebakaran, jadwal pelatihan dan program proteksi kebakaran.

“Kegiatan yang kami laksanakan tidak hanya berhenti pada kegiatan inspeksi. Pada November akan dilaksanakan apresiasi atau award bagi pemangku kepentingan atau stakeholder yang diinspeksi yang mendapatkan nilai pemeriksaan terbaik,” terang Octo.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Walikota Bidang Kesejahteraan Rakyat Wirawan Hario Yudho menegaskan sosialisasi smart fire safety system untuk meningkatkan wawasan sistem proteksi kebakaran yang ideal dan meningkatkan kesiapsiagaan sarana-prasarana bangunan jika terjadi kebakaran. Mengingat perkembangan bangunan gedung di Kota Yogyakarta terus bertambah sehingga perlu mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat dari ancaman bahaya kebakaran.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *