“Ini lahan pribadi saya. Dari tahun 1995 kita beli dari sedikit sedikit sampai sekarang itu seluas kurang lebih seluas 40.000 meter persegi,” ucap As’ari, dilansir dari laman Pemkab Magelang, Selasa 1 Februari 2022.
Bahkan selain ikhlas memberikan tanahnya, pria berusia 60 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini juga mendukung biaya dan tenaga dalam setiap proses penataan pemukiman baru ini.
Menurutnya dengan kondisi sosial masyarakat yang tidak sama, dimana masyarakat kecil atau kurang mampu hanya punya lahan satu satunya rumah dengan kondisi belum layak huni.
Diungkapkan As’ari, uang itu kemudian untuk mencari lahan membutuhkan biaya. Ia khawatir uang ganti malah habis untuk persiapan itu.
