TEMANGGUNG, Cakram.net – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UKM) telah terbukti mampu berperan besar dalam menyangga pertahanan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, mendorong potensi UMKM dalam meningkatkan ekspor non migas sangat diperlukan, selain karena memiliki peluang lebar juga dinilai sangat menguntungkan. Hal tersebut mengemuka dalam acara live webinar secara hybrid ‘Optimalisasi Peran UMKM dalam Meningkatkan Ekspor Non Migas Jawa Tengah” di Aula Progo Bappeda Temanggung, Kamis 10 Maret 2022.
Plt Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo mengatakan, acara yang diselenggarakan atas kerjasama Bappeda dengan Free Trade Agreements (FTA) Center Semarang ini bertujuan untuk pengembangan seluruh hasil UMKM, seperti kopi dan lain-lain. Branding UMKM Temanggung kelas ekspor itu sangat penting, selain finansial.
“Hari ini FTA datang ke Temanggung untuk memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM yang benar-benar berkomitmen untuk kontinuitas, produknya tidak asal-asalan. Kedua, komitmen mengikuti pelatihan ini sampai selesai. Materi yang diberikan antara lain cara untuk bisa ekspor, selama ini Temanggung sudah ekspor, tapi memang akses langsung dengan buyer di luar negeri belum banyak, sehingga kalau bisa langsung lebih untung,” katanya, dilansir dari laman Pemkab Temanggung, Kamis 10 Maret 2022.
Ketua FTA Center Semarang, Suharnomo mengatakan, potensi ekspor non migas Jawa Tengah saat ini tiga besarnya adalah produk tekstil dan turunannya, alas kaki, dan kayu. Namun sebenarnya di banyak daerah memiliki berbagai keunggulan yang telah menjadi brand, seperti Temanggung produknya tembakau dan kopi.
