Atasi Stunting Lewat Edukasi Olahan Pangan Protein

Dalam kegiatan itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memberikan contoh makanan yang mengandung protein di antaranya olahan ikan lele, telur asin, daging ayam dan susu kepada peserta bimbingan teknis. Imam menyampaikan pengadaan contoh makanan mengandung protein menerapkan gerakan Gandeng Gendong untuk pemberdayaan masyarakat dari Yogya untuk Yogya. Misalnya lele diambil dari kelompok-kelompok tani di Kota Yogyakarta. Kemudian diserahkan ke penyedia jasa kelompok kuliner Gandeng Gendong untuk diolah.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro mengatakan banyak faktor penyebab masalah stunting tidak hanya masalah gizi buruk. Pihaknya menekankan Dinas Pertanian dan Pangan untuk memberikan perhatian terkait asupan makanan untuk masyarakat yang memiliki bayi, balita, ibu hamil dan calon manten. Mereka dan kader kesehatan menjadi sasaran bimbingan teknis olahan pangan lokal berbahan dasar protein.

“Pola makan dan jenis makanan yang selama ini sering dimakan di masyarakat ada kekurangannya. Salah satunya menyebabkan stunting. Maka pada kesempatan kali ini ibu-ibu mendapatkan materi agar makanan yang sederhana bisa menghasilkan nilai protein yang cukup,” tambah Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta Nugroho Nurcahyo.

Salah satu chef yang menjadi narasumber, Setyo menyebut cara mengolah makanan mempengaruhi kandungan protein. Jika terlalu lama memasak kandungan protein bisa.

“Merebus telur maksimal tiga menit. Lebih dari itu protein mati sehingga tidak bisa diserap tubuh percuma,” imbuh Setyo. (Cakram)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *