“Kami membantu Pemda agar PMK tidak meluas dan kasusnya bertambah,” katanya.
Dalam keterlibatan penanganan PMK, lanjut Kapolres, kepolisian langsung terjun ke masyarakat dan peternak melalui Babinkamtibmas. Polisi memantau keadaan kandang dan ternak, jika mengalami gejala mengarah PMK akan dikoordinasikan dengan dinas terkait.
Kasus PMK di Kabupaten Temanggung terus meningkat. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) mencatat per Kamis 9 Juni 2022 telah mencapai 172 kasus atau naik 17 ekor dibanding Selasa 7 Juni 2022 yaitu 155 ekor.
Kepala DKPPP Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto mengatakan, PMK di Temanggung mengalami peningkatan yang kini telah mencapai 172 dengan sebaran di 12 kecamatan.
“Untuk mencegah penularan lebih meluas dilakukan penutupan pasar untuk sementara,” katanya.
Ia menyampaikan, petugas juga melakukan penyemprotan desinfektan di pasar hewan, supaya saat nanti dibuka sudah steril. Sedangkan ternak yang diobati kondisinya membaik.
Dari 172 ternak yang terkena PMK sebagian telah sembuh, dan sebagian lagi dalam proses penyembuhan. Tidak ada yang mati karena PMK, tetapi ada yang dipotong.
Adapun penutupan pasar hewan di Temanggung mulai Kamis 9 Juni 2022 hingga Rabu 22 Juni 2022mendatang. Di Temanggung ada 8 pasar hewan, diantaranya pasar hewan Ngadirejo, Temanggung, Selopampang, Tepusen dan Pringsurat. (Cakram)
