Pihaknya bangga dengan para santri PPTQ Muhammadiyah Ibnu Juraimi Yogyakarta yang hafal Alquran dan diwisuda. Sumadi juga berpesan kepada para orangtua santri yang sudah hafal untuk mengingatkan tetap membaca dan menghafalkan agar tidak lupa. Di samping itu diharapkan dengan terus tekun menghafalkan Alquran menimbulkan sikap yang teguh iman dan menjadi spora-spora kebaikan di lingkungan keluarga dan terdekat. Ha itu juga mendukung Kota Yogyakarta sebagai kota layak anak.
“Adik-adik yang sudah hafal Alquran ini adalah anak-anak potensial sebagai generasi penerus yang sudah teruji karena punya dasar kuat hafal Al-Quran. Makanya saya ucapkan terima kasih kepada para pembimbing yang mendidik menghafalkan Alquran,” tambah Sumadi.
Sementara itu Direktur PPTQ Muhammadiyah Ibnu Juraimi, KH Charis Thohari Rahman menyebut ada 51 santri yang diwisuda. Sebanyak 33 santri di antaranya sudah selesai hafal sampai 30 juz. Sedangkan sisanya berbeda-beda juznya. Sekitar 10 santri lebih sudah bisa diuji dengan membaca juz 1 Al-Fatihah sampai An Nas. Ada yang mampu khatam Alquran 30 juz dalam waktu 3 tahun bahkan 1 tahun.
“Seharusnya wisuda digelar tahun 2020 tapi tertunda karena pandemi. Makanya dalam wisuda akbar seluruh santri yang sudah hafal Alquran kita kumpulkan. Program pembinaan tidak hanya tahfiz tapi santri juga harus punya bekal lain di antaranya pendidikan formal, tafsir dan Bahasa Arab,” pungkas KH Charis Thohari. (Cakram)
