“Kegiatan ini tidak dipungut biaya, dikarenakan adanya dukungan pendanaan dari DAK Fisik Kementerian Kesehatan Tahun 2022 dan BLUD Puskesmas Tahun 2022,” jelasnya.
Bela mengatakan, untuk sasaran Aparatur Sipil Negara (ASN), sudah dilakukan sejak bulan Mei 2022, secara bertahap.
“Harapannya hasil kegiatan ini dapat mencegah terjadinya kasus PTM dan bila ternyata ditemukan faktor resiko PTM dapat dilakukan penatalaksanaan lebih dini, baik penatalaksanaan medis berupa rujukan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama maupun penatalaksanaan non medis lainnya,” harapnya.
Bela Pinarsi mengimbau untuk semua Pegawai Pemda (ASN dn Non ASN) untuk pro aktif dlm kegiatan skrining ini dgn memeriksakan diri sesuai jdwal yg telah ditentukan di OPD masing-masing.
“Untuk masyarakat umum bisa mendatangi Posbindu atau di Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pelayanan skrining PTM ini, sehingga dapat diketahui secara dini faktor risiko yg bsgkutan dn segera dapat di tindaklanjuti,” imbuhnya. (Cakram)
