BREBES, Cakram.net – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan penanganan dan pencegahan kasus stunting. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan beberapa program digagas untuk menangani stunting seperti Gubernur Mengajar, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, dan Jo Kawin Bocah. Menurutnya, program-program tersebut dapat diadopsi oleh bupati walikota di Jateng.
“Untuk penanganan stunting ada beberapa hal yang dilakukan Pemprov Jateng. Yang pertama adalah ‘Gubernur Mengajar’. Ini pintu masuk kita ke kelas di sekolah-sekolah, kita tidak hanya mengajarkan pentingnya antikorupsi, tetapi juga menyampaikan program Jo Kawin Bocah, kita ajak siswa-siswi berembug mengenai persoalan-persoalan yang ada,” kata Taj Yasin saat menyampaikan paparan percepatan penanganan stunting di Hotel Grand Dian Brebes, Kamis 25 Agustus 2022.
Wagub menjelaskan, dengan mengadopsi program Gubernur Mengajar, bupati dan walikota diharapkan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan kepada para siswa tentang resiko pernikahan usia dini, stunting, serta pentingnya kesehatan bagi generasi muda, terutama kaum perempuan. Selain memberikan edukasi, para kepala daerah juga mengajak para siswa meminum vitamin untuk kesehatan.
“Kepada pak wakil bupati dan wakil wali kota nanti juga ikut program Bupati dan Wali Kota Mengajar, kemudian Dinas Kesehatan membawa pil kesehatan untuk diminum bareng-bareng. Selain itu juga dari BP3AKB menyampaikan Jo Kawin Bocah,” katanya.
Selain program Gubernur Mengajar yang memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi perempuan dan pernikahan usia dini yang menjadi salah satu penyebab tingginya stunting, program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng juga merupakan program strategis mencegah stunting. Sebab melalui program 5 Ng tersebut, bidan, masyarakat, dan pihak terkait lainnya diajak memantau kesehatan ibu hamil yang ada di tingkat rukun tetangga.
