Sempat Terdampak Bom Bali, Kerajinan Perak Lereng Sumbing Magelang Tembus Eropa

Uniknya, meski pemasaran masih secara konvensional, tanpa galeri ruang pamer maupun toko resmi hingga kini kerajinan perak dari dusun ini masih bertahan bahkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga lain disekitarnya. Aktifitas pembuatan kerajinan ini juga tidak merubah jati diri warga lereng Gunung Sumbing sebagai petani hortikultura.

Anhari mengungkapkan kerajinan perak seperti miniatur jembatan, patung tugu peringatan, wayang dan lainnya sudah dipasarkan ke beberapa kota di nusantara dan juga ke eropa salah satunya Havard University Amerika.

Seiring berjalannya waktu, pesanan aneka kerajinan perak semakin banyak Anhari kemudian mengajak sejumlah warga sekitar untuk bergabung membantunya. Warga dilatih Anhari secara bertahap.

Namun tidak serta merta usahanya itu berjalan lancar karena banyak dari warga yang ia latih memilih berhenti mereka tidak telaten dalam membuat kerajinan perak yang butuh kesabaran ini.

“Karyawan dari warga. Mereka ambil material bawa pulang dikerjakan dirumah,” jelas Anhari.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *