Terima Ganti Rugi, Warga Desa Wadas Ini Bangun Restoran

Sedangkan Ganjar mengaku senang dengan suasana kondusif di Desa Wadas. Ia mengungkapkan, kebanyakan warga yang awalnya menolak keras proyek tersebut, kini mulai melunak. Menurutnya, beberapa warga Wadas mengajak berdialog. Sebagian lain di antaranya bahkan sudah menyerahkan sertifikat lantaran komunikasi yang terjalin baik.

“Di antara beberapa kawan-kawan kemarin yang hadir dulu pernah bersitegang dengan siapapun ya tetapi hari ini dengan tenang, dengan halus, menyampaikan apa yang perlu diperhatikan termasuk mitigasi dampak dari yang ada,” ujarnya.

Ganjar mengungkapkan, beberapa warga Wadas mengajukan syarat. Hal itu pun langsung disanggupinya. Kesanggupan serupa juga ditegaskan Kepala BBWS Serayu Opak, Dwi Purwantoro. Termasuk kelompok tani yang merasa dirugikan karena irigasinya tertutup dari jalan untuk lalu lintas kendaraan proyek. Ganjar mengapresiasi pihak BBWS-SO yang sigap menghandle.

Di sisi lain, Gubernur Jateng dua periode itu menambahkan, sosialisasi kepada warga terkait penambangan, terus dilakukan. Ketua PP Kagama itu menegaskan tidak ingin ada pemahaman keliru yang membuat warga ketakutan.

“Warga bisa mengawasi. Saya juga menyampaikan sebelum penambangan dilakukan, terhadap warga pun sudah dilakukan pelatihan, sudah ada bantuan-bantuan baik itu sifatnya fisik, pelatihan, maupun peralatan. Itu sudah dilakukan,” tuturnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *