“Konsep Joglo dengan membawa pesan pesan untuk menjaga nilai nilai tradisi budaya Jawa kita. Sehingga masjid ini berkonsep Joglo Jawa agar masyarakat Kabupaten Boyolali khususnya generasi generasi ke depan ini akan memahami bahwa di Negeri kita ini, di Boyolali di Tanah Jawa ini kita memiliki konsep bangunan yang indah, tradisional yang saya kira itu layak untuk kita pertahankan,” jelas Bupati Said.
Usai acara peletakan batu pertama dilanjutkan pengajian yang diisi oleh Kiai Haji Budi Harjono dan Hadroh Kiai Tapel diikuti ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.
Sebagai tambahan informasi, Masjid Gedhe ini menempati lahan seluas 1,1 hektar, dengan luas bangunan masjid 1.984 meter persegi dan serambi 358 meter persegi. Penataan lahan dilakukan dengan menggunakan APBD sebesar Rp5 miliar, dan diperkirakan bangunan masjid akan selesai di tahun 2023 dengan estimasi anggaran lebih dari Rp10 miliar. (Cakram)
