Joko menyebutkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Magelang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, bahkan saat pandemi Covid-19. Sesuai data dari Kementerian Dalam Negeri), PAD Kota Magelang masuk ranking delapan dari APBD Kota se Indonesia. Hal itu merupakan prestasi yang cukup membanggakan bagi Kota Magelang.
Pada 2018, PAD Kota Magelang mencapai Rp247,964 miliar, tahun 2019 Rp273.582 miliar, tahun 2020 Rp290.756 miliar, tahun 2021 Rp319.352 miliar, dan tahun 2022 Rp376,148 miliar. Ini artinya selama lima tahun terakhir PAD mengalami kenaikan sebesar Rp128,184 miliar atau 51,69 persen.
“Dengan adanya kenaikan PAD tersebut selanjutnya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program dan kegiatan pembangunan. Program dan kegiatan Pembangunan Kota Magelang saat ini fokus pada sembilam program unggulan, di mana anggaran harus benar-benar menyentuh sampai ke masyarakat,” terang Joko.
Sembilan Program Unggulan Pemerintah Kota Magelang, yakni Progamis (Program Magelang Agamis), Magesty (Magelang Smart City), Magelang Cantik (Cinta Organik), Njawani (Jaga Warga Dari Pandemi), JSAS (Jemput Sakit Antar Sehat), Balai Belajar, Rodanya Mas Bagia (Program Pemberdayaan Masyarakat Maju Sehat dan Bahagia), Magelang Keren (Kelurahan Enterpreneurship Center), dan Ngopi Bareng Pak Wali.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Magelang, Puji Hartono memaparkan, sejumlah kegiatan yang bersifat strategis dalam mendukung sembilan program unggulan ini di antaranya Sarpras Kebudayaan Graha Budaya dan Kawasan Mantyasih, yang menggunakan Dana Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah TA 2022 senilai Rp1,2 miliar, dan dana pendampingan dari DAU senilai Rp50 juta. Rumah Budaya adalah sebuah perwujudan terhadap perlindungan nilai-nilai pemajuan kebudayaan.
