Untuk penyakit enteritis atau diare dengan gejala diare sering terjadi pada anak sapi (pedet). Oleh karenanya, kesejahteraan hewan yang akan dikurbankan perlu diperhatikan dengan memberikan asupan makanan yang mencukupi dan kebersihan pada tempat hewan juga perlu dijaga.
“Kami memantau keseluruhan kesehatan hewan dan sekaligus memberikan edukasi. Jika ada hewan yang sakit dipisahkan dari yang sehat untuk segera diobati dan supaya tidak menularkan ke yg lain,” jelas Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Sri Panggarti, dilansir dari warta.jogjakota.go.id, Selasa 13 Juni 2023.
Selain kesehatan hewan, diharapkan para pedagang/pelaku usaha juga lebih memperhatikan kesehatan hewan dan kesejahteraan hewan serta menjaga lingkungan.
Sementara itu, untuk pemantauan antemortem dan post mortem akan dimulai pada tanggal 27 Juni hingga 1 Juli 2023. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Suyana menambahkan pihaknya sudah mulai melakukan pemantauan mulai kemarin. Selain juga juga memberikan sosialisasi bagi penyembelih hewan kurban di 14 Kemantren di Kota Yogyakarta.
Hingga kini permintaan hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di Kota Yogyakarta semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh menurunnya angka Covid-19.
