“Kedatangan hari ini juga untuk menekankan lagi dan menegaskan tentang hubungan antara kedua provinsi dan juga untuk menginisiasi kerja sama di masa depan utamanya tentang energi terbarukan,” katanya.
Ia juga menanggapi tentang perubahan iklim yang terjadi di dunia. Maka dari itu pengembangan energi baru terbarukan yang mulai dirintis di Jawa Tengah dan Indonesia menjadi hal penting.
Hal itu juga yang menjadi harapan dan potensi kerja sama ke depan. Misalnya, pengembangan WTE di Jawa Tengah yang dinilai sesuai dengan kondisi yang ada di Queensland.
“Populasi di Queensland sangat besar sehingga potensi polusi dari sampah juga besar. Waste to Energy dapat menjadi pilihan untuk mengatasi hal itu sekaligus memenuhi kebutuhan energi,” katanya.
Ganjar menambahkan, sister province dengan Queensland telah memberikan banyak keuntungan bagi kedua belah pihak. Misalnya pada saat pandemi Covid-19, Queensland memberikan bantuan yang sangat besar bagi Jawa Tengah, termasuk mengirimkan alat-alat kesehatan.
