Walaupun metode yang disediakan oleh aturan itu beragam, maka yang terpenting adalah bagaimana mengisi atau menerapkan strategi kampanye dengan metode-metode yang disediakan tersebut. Dengan kareteristik generasi milenial itu, paling tidak ada strategi yang bisa diterapkan, meliputi:
Pertama, komunikasi melalui media sosial: Karena generasi milenial sangat terhubung dengan media sosial, penting untuk menggunakan platform ini sebagai saluran komunikasi untuk mencapai mereka. Kandidat atau partai politik dapat menggunakan media sosial untuk berbagi informasi, mempromosikan kebijakan, dan berinteraksi langsung dengan pemilih milenial.
Kedua, pada isu-isu yang penting bagi milenial: generasi milenial umumnya lebih peduli pada isu-isu sosial dan keadilan sosial.
Ketiga, menggunakan bahasa yang mudah dipahami: Generasi milenial cenderung lebih responsif terhadap pesan yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan tidak terlalu formal. Kandidat atau partai politik harus menggunakan bahasa yang sederhana dan menghindari jargon politik yang rumit.
Keempat, mendengarkan dan berinteraksi dengan pemilih milenial: Penting untuk mendengarkan dan memahami kekhawatiran, aspirasi, dan masalah yang dihadapi oleh pemilih milenial. Kandidat atau partai politik harus berinteraksi langsung dengan mereka melalui pertemuan publik, diskusi panel, atau forum online. Mereka harus menunjukkan bahwa mereka peduli dan siap untuk bertindak atas masalah-masalah yang penting bagi generasi milenial.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, kandidat atau partai politik dapat meningkatkan peluang mereka untuk menarik pemilih milenial dalam pemilu. Mumpung ini belum memasuki masa kampanye, tidak ada salahnya menyiapkan strategi jitu menggait pemilih milenial tersebut. Sebab, pada tahapan kampanye lah, masyarakat juga bisa melihat dan menilai kapabilitas, reputasi, dan latar belakang kontestan sebelum menjatuhkan pilihannya. Hal ini terutama terjadi di kalangan massa mengambang (non partisan). Mereka yang tidak terikat atau mengikatkan diri pada suatu partai atau calon manapun, sehingga mereka menunggu sampai ada kontestan yang menawarkan produk politik seperti yang mereka harapkan.
