Usung Inovasi Pasarku Gandem, Pemkab Temanggung Wujudkan Pengelolaan Pasar Pintar Inklusif

TEMANGGUNG, Cakram.net – Pemerintah Kabupaten Temanggung menerima kunjungan Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahap II Tahun 2024 pada Selasa 6 Februari 2024.

Pasarku Gandem, merupakan inovasi dengan  meningkatkan fasilitas dan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan mewujudkan pasar digital, sehingga terwujud kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah. Kata “Gandem” merupakan kata dalam bahasa Jawa yang memiliki arti sangat bagus sekali dan memuaskan.

Pj Bupati Hary Agung Prabowo beserta jajaran dan Tim Verifikasi Lapangan PPD bersama-sama mengunjungi Green House dan Tempat Pembibitan Melon Korea yang berada di Desa Banaran Kecamatan Bansari, Temanggung. Green House tersebut telah menerapkan teknologi modern berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Selanjutnya, Pj. Bupati beserta Tim Verlap juga meninjau lokasi Pasar Legi Parakan yang memiliki fasilitas dan pelayanan publik yang inklusif.

“Hari ini, kita kedatangan Tim dari Verifikasi Lapangan PPD tingkat I Provinsi Jawa Tengah, sudah melihat Pasar Pintar Bansari. Tadi sudah melihat di Green House seperti apa, termasuk semua yang ada di sini seperti apa. Pada prinsipnya kita berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menampilkan hal yang terbaik di Kabupaten Temanggung. Termasuk dalam Pasarku Gandem ini, diantaranya Pasar Pintar Bansari, Pasar Gemawang, dan Pasar Legi Parakan. Hari ini kita saksikan di Pasar Pintar Bansari, ternyata semuanya serba smart, semuanya serba internet di sini, termasuk lampunya juga menggunakan tenaga surya juga. Mudah-mudahan ini bisa jadi acuan kita bersama untuk bisa mengembangkan di kabupaten-kabupaten yang lain,” ungkap Hary Agung Prabowo, dilansir dari mediacenter.temanggungkab.go.id, Kamis 8 Februari 2024.

Tim Penilai Utama Verlap PPD Tahap II, Nur Rohmat, usai meninjau lokasi Green House Melon Korea Desa Banaran Bansari menyampaikan kekagumannya melihat perkembangan teknologi di sektor pertanian dan kolaborasi yang apik terbangun dengan kementerian-kementerian pusat. Nur Rohmat juga memberikan rekomendasi agar Green House Melon dapat terus dikawal dalam dokumen perencanaan, sehingga dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *