2023, Pertumbuhan Ekonomi Kota Semarang Tertinggi se-Jateng

“Stabilitas ekonomi masyarakat Semarang termasuk bagus, artinya pertumbuhan ekonomi itu kan menggambarkan produksi barang dan jasa di Kota Semarang,” bebernya.

Ditambahkan, tak hanya laju pertumbuhan ekonomi yang dinilai bagus, angka Inflasi di Kota Semarang secara year on year (YoY) mencapai 2,45 persen, atau masih lebih rendah dari inflasi nasional. Penyumbang inflasi karena kenaikan harga beras, terlebih saat jelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Selain beras, daging, telur dan cabai. Ada pula penyumbang dominan di sektor transportasi, seperti kereta api, pesawat, dan sebagainya

“Menjelang Ramadan, belajar dari pengalaman, memang beras masih akan faktor dominan (penyumbang inflasi-red) sampai bulan April. Di High Level Meeting kemarin juga saya sampaikan, ketika Ramadan dan Idulfitri, komoditas makanan jelas akan memberikan dampak inflasi,” kata Fachruddin.
Fachruddin mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang yang telah memulai langkah antisipasi lebih awal. Antara lain dengan program Pak Rahman, Kios Pandawa, Urban Farming, dan sebagainya.

“Pak Rahman menekan harga kebutuhan pangan agar lebih murah. Ketika komoditas naik seperti harga beras, ternyata di Semarang tidak hancur-hancuran (harganya-red). Padahal daerah penyangga seperti Demak dan Grobogan mengalami banjir, namun dengan Pak Rahman dan kerja sama BUMP serta Bank Indonesia dengan Kios Pandawa membuat kenaikan harga beras tidak jor-joran,” paparnya.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, Pemerintah Kota Semarang terus berupaya melakukan berbagai upaya dan program untuk menjaga stabilitas harga pangan. Bahkan, Satgas Pangan terus memantau pergerakan harga.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *