Marwati menyebut, saat Ramadan, dia bisa menghasilkan sekitar 200 kantong cendol. Setiap kantong berisi 10 bungkus cendol. Harga per kantong pun relatif murah. Cukup merogoh kocek Rp10.000.
“Biasanya anak saya bawa cendol itu ke pasar, terus diambil sama pedagang eyek,” bebernya.
Pedagang eyek itu, kata dia, kebanyakan berasal dari Muntilan, Sawangan, dan Dukun. Marwati mengakui, ada peningkatan penjualan cendol lebih dari 100 persen dibanding hari biasa. Lantaran ada keterbatasan tenaga, tak jarang dia menolak pesanan.
Hanya saja, dia memprediksi, pembelian cendol akan semakin berkurang beberapa hari menjelang Lebaran.
“Kalau saat ini menghabiskan tiga karung tepung, masing-masing 25 kg. Nanti sebelum Lebaran, mungkin dikurangi jadi dua karung saja,” ungkapnya.
