“Partisipasi masyarakat harus kita tumbuhkan supaya kemudian bisa handarbeni (rasa memiliki) untuk membangun Purwokinanti, ” paparnya.
Ada sekitar 25 pelaku UMKM di Kelurahan Purwokinanti yang mengikuti bazar UMKM Gempur Gasik. Produk yang dijual antara lain kerajinan seperti kain batik, manik-manik, kuliner tradisional sampai modern. Pada kegiatan itu juga diisi dengan senam bersama. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Yogyakarta juga hadir dengan layanan aktivasi identitas kependukan digital. Selain itu layanan gender corner dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta.
“Harapannya nanti setiap hari Minggu. Kita coba dulu satu bulan sekali di hari minggu keempat di sepanjang Jalan Purwanggan akan dilaksanakan Gempur Gasik untuk memfasilitasi UMKM di Kelurahan Purwokinanti,” terang Lurah Purwokinanti, Moch Ismail.
Dia mengatakan di Kelurahan Purwokinanti sudah ada forum UMKM yang mewadahi pelaku UMKM di wilayahnya. Di samping itu ada pojok UMKM untuk memamerkan produk UMKM dari masyarakat Kelurahan Purwokinati. “Potensinya(UMKM) luar biasa baik kerajinan maupun kuliner, dan lainnya,” ujarnya.
Salah satu pelaku UMKM di Purwokinanti, Dini Anggara menyambut baik kegiatan Gempur Gasik yang didalamnya ada gebyar UMKM. Kegiatan itu bisa menjadi ajang promosi dan mengembangkan diri pelaku UMKM di Purwokinanti.
