Pastikan Hewan Kurban Sehat, Ini yang Dilkukan Pemkab Semarang

Sementara itu, dokter hewan UPTD Puskeswan RPH dan Pasar Hewan Ambarawa, Arumsari Santika Putri menambahkan, pengawasan dilakukan untuk menskrining berbagai jenis penyakit hewan menular pada hewan ternak.

“Seperti penyakit antrax (yang memiliki sifat zoonosis/ menular ke manusia), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (cacar sapi) atauabyang oleh pedagang jamak disebut penyakit lato- lato,” jelas Arumsari kepada awak media.

Ia juga menyampaikan, meski kasus PMK dan penyakit ‘lato- lato’ saat ini relatif terkendali, pengawasan tetap dilakukan oleh tim kesehatan hewan dalam rangka memastikan hewan- hewan ternak yang diperjualbelikan sehat dan tidak terkena penyakit.

Lebih lanjut, M Hidayat menyampaikan, untuk aktivitas persagangan hewan ternak yang diawasi oleh UPTD Puskeswan RPH dan Pasar Hewan Ambarawa mengalami lonjakan hingga 30 persen dibandingkan dengan aktivitas perdagangan hewan ternak di luar kebutuhan hari raya Idul Adha.

Bahkan peningkatan perdagangan ini sudah terpantau sejak 16 Mei 2024 sampai dengan hari ini. “Pada pasaran Pon hari ini rata- rata sapi yang diperjualbelikan mencapai 500 ekor dan kambing mencapai kisaran 800 ekor,” jelasnya. (bow)

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *