Hal ini dilakukan karena alasan keterbatasan space untuk persiapan terbang para peserta di venue Gunung Gajah. Ke-80 peserta yang mendaftar berasal dari Aceh, Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, NTB, Papua, Sumatera Barat dan TNI AU.
“Partisipan untuk kejuaran paralayang di Gunung Gajah ini juga datang dari negara Swiss, China dan juga dari negara tetangga Malaysia,” tambahnya.
Sedangkan untuk GTR 2024 yang akan diselenggarakan pada 10 hingga 11 Agustus 2024 bakal melombakan empat nomor sekaligus, yang meliputi trail run 52K, 30K, 12K dan 7K.
Sebanyak 500 pelari domestik maupun mancanegara juga telah mendaftar untuk GTR 2024 ini. Seperti pelari asal Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Bali, Maluku serta Banten. Untuk peserta mancanegara berasal dari Jepang, Perancis, Hongaria, Australia serta Filipina.
Sementara itu, Pj Gubernur Jawa Tengah –dalam sambutan yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sudjarwanto Dwiatmoko—berharap dari penyelenggaraan Kejuaraan Telomoyo Cup VIII ini akan mampu melahirkan para atlet olahraga dirgantara berprestasi, khususnya dari disiplin gantole dan paralayang.
Sehingga tidak hanya mengharumkan nama Jawa Tengah, namun juga berprestasi di tingkat nas serta berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Sehingga kejuaraan tahunan ini juga akan lebih dikenal di level internasional.
“Yang tidak kalah penting, penyelenggaraan Telomoyo Cup ini juga bisa memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar dan industri pariwisata di Kabupaten Semarang, Kabupaten Magelang dan juga bagi Jawa Tengah,” tegasnya.
