Dapat Pendampingan Puskesmas Kotagede, Pasien ODGJ Sukses Usaha Telur Asin

Keterampilan membuat telur asih, ia mengaku, sebelumnya mendapatkan pendampingan dari Puskesmas Kotagede I. Selain memberikan pendampingan, puskesmas juga  memberikan bantuan senilai Rp 250.000 untuk modal awal mereka.

“Saat itu, saya sangat semangat. Sampai tabungan juga saya buat modal. Saya jualan online menggunakan whatsapp. Karena saya tidak pede tetapi terus belajar,”ujarnya.

Dari sanalah kemudian Esti Kriswianti mengatakan, mulai menekuni bisnis sebagai pengusaha telur asin yang diberi nama Sewaktu. Esti yang sering disapa mengaku sempat mengalami pasang surut dalam bisnisnya, namun tak menghentikan semangatnya karena dapat dukungan dari keluarga.

“Saya belajar dari nol dan sempat ada yang komplain karena telurnya keasinan dan sempat patah semangat. Tapi ada saudara dan keluarga menyemangati saya,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Wasijan dan Esti Kriswianti juga memperlihatkan bagaimana cara pembuatan telur asin miliknya. Telur-telur bebek segar awalnya dicuci hingga bersih, lalu dibalut dengan tanah liat dan dicampur dengan garam. Kemudian, telur tersebut, dikeringkan dan disusun dalam galon bekas yang sudah dibersihkan.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *