“Proses pengasinan ini membutuhkan waktu antara satu sampai 10 hari, tergantung dari tingkat kematangan dan rasa asin yang diinginkan,” ungkapnya.
Setelah telur asin melalui pengasinan, telur dibersihkan dan dikukus. Kemudian telur yang sudah matang dimasukkannya dalam kemasan plastik yang sudah diberi label Sewaktu.
Dari awal memulai bisnis telur asin, dia dapat memproduksi per harinya sebanyak 30 butir telur asin, sekarang dirinya mampu memasarkan setidaknya 60 butir telur asin setiap harinya. “Sampai sekarang selalu habis. Bahkan Alhamdulillah sudah memiliki beberapa langganan,” imbuhnya.
Harga telur asin yang dijualnya masih terjangkau, yakni Rp3.300. Hingga saat ini penjualannya merambah ke acara pernikahan atau hajatan.
“Untuk telur yang pecah tetapi mentah, kami juga menjualnya. Namun dengan harga yang murah Rp 2.500,” katanya.
