Pemkot Yogyakarta Tetapkan Seni Rupa sebagai Subsektor Unggulan Ekraf

Menurutnya subsektor seni rupa, aplikasi dan pengembangan game, musik, film animasi dan video serta subsektor lainnya menjadi motor penggerak luar biasa di Kota Yogyakarta. Berdasarkan dinamika lapangan dan kesepakatan seluruh pemangku kepentingan ekraf di Kota Yogyakarta menunjukan keunggulan subsektor seni rupa bisa mengakomodasikan seluruh ekosistem ekraf di Kota Yogyakarta.

Kota Yogyakarta menetapkan subsektor seni rupa sebagai subsektor unggulan didukung oleh kekuatan subsektor aplikasi dan game untuk meluaskan jejaring, memproduksi dan menyebarkan pengetahuan serta menjaga kelestarian budaya. Diharapkan kolaborasi dapat memberikan dampak positif bagi penguatan ekraf di Kota Yogyakarta menyejahterakan pelakunya dan menjaga marwah kotanya.

Sementara itu Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Oneng Setya Harini mengatakan Kemenparekraf terus berkomitmen untuk melakukan PMK3I. Salah satu wujud komitmen itu Kemenparekraf memberikan dukungan dan fasilitasi pengembangaan pariwisata dan ekraf yaitu membangun ekosistem ekraf di kabupaten kota. Sampai kini sudah ada 82 kabupaten kota yang telah melaksanakan uji petik PMK3I.

“Di Yogyakarta semua subsektor ekonomi kreatif sudah berjalan baik. Namun demikian dalam penilaian kabupaten kota kreatif dan dalam penetapan serta  usulan berikutnya, memang perlu menetapkan subsektor unggulan. Kami berharap ini akan berjalan dan berkembang semua. Kami harap para pemangku kepentingan dapat saling berkolaborasi dan bersinergi memenuhi komitmen dalam pengembangan ekonomi kreatif,” terang Oneng.

Sedangkan mewakili Subsektor Seni Rupa Kota Yogyakarta Heriyanto atau dikenal Heri Pemad menyampaikan bahwa keterhubungan lintas pemangku kepentingan, harus mampu merangkul seluruh pihak. Menurutnya seni rupa dalam konsep dan konteks pembangunan Kota Yogyakarta sudah memasuki berbagai subsektor lainnya. Seluruh ekosistem Kota Yogyakarta tidak terpisah dari seni budaya secara luas. Ia mengajak seluruh pihak bersama-sama menjadikan seni rupa dan festival di Kota Yogyakarta sebagai praktik baik keseriusan seluruh pemangku kepentingan untuk membangun kota kreatif yang sebenarnya.

Sharing:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *