Iring-iringan tari Prajuritan yang menjadi “cucuk lampah” mengantarkan Ngesti Nugraha menuju TPS 03, identik dengan filosofi semangat juang yang tinggi untuk berjuang dijalan kebajikan dan kebenaran.
“Apalagi, tari Prajuritan ini lahir di Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dan sekarang menjadi kesenian khas Kabupaten Semarang, maka harua terus di terus dilestarikan bersama-sama, saya senang ternyata ada yang mengiringi saya dengan seni khas tradisional ini, terima kasih banyak,” ucapnya.
Disinggung soal antusiasme warga Dusun Gedat yang menyambutnya bersama keluarga menuju TPS 03 ini, merupakan kekompakan yang lahir dari warga Dusun Gedat itu sendirinya.
“Saya harap selalu kompak, guyub, dan rukun selalu untuk warga Dusun Gedat dan juga seluruh masyarakat Kabupaten Semarang, dan kami harap paslon Mutiara ini bisa menang 100 persen hari ini,” harap Ngesti yang sempat menitikan air mata haru dihadapan warga Dusun Gedat itu.
Ia menyatakan keoptimisannya untuk dapat memenangkan Pilbup di Kabupaten Semarang ini. Hal ini dikarenakan jika dilihat dari hasil survei beberapa waktu lalu, pasangan calon (paslon) Ngesti Nugraha dan Nur Arifah unggul daripada rivalnya yaitu Nurul Huda dan Yarmuji.
