“Pembangunan jalan ini direncanakan 2023 dan dilaksanakan pada 2024 selama 10 bulan tepat waktu. Untuk pembangunan jalan ini menghabiskan kurang lebih Rp 48,6 miliar kalau digabung semuanya,” urainya.
Selain peresmian jembatan, Pj gubernur juga meresmikan akses jalan menuju TPST. Jalan beton sepanjang 1,5 kilometer, nantinya akan digunakan akses menuju tempat pemrosesan sampah terpadu yang akan dibangun oleh Kementerian PUPR.
Direncanakan, TPST tersebut rencananya akan beroperasi pada akhir 2025. Pemerintah provinsi juga berperan dalam pengadaan lahan.
“Untuk pembangunan jalan akses menuju TPST memakan biaya Rp29 miliar, jalan beton. Untuk TPST nantinya akan dibangun oleh PUPR dengan anggaran sekitar Rp250 miliar,” ungkapnya.
Nana menambahkan, nantinya sampah yang dihasilkan akan diproses menjadi briket, yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar bagi perusahaan semen.
