Namun, saat melintasi Jembatan Tinalum yang terendam banjir, korban terseret arus,” ujar Budiono, salah satu perwakilan dari tim SAR gabungan.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah ini terjadi pada Senin 20 Januari 2025 sore, dengan banjir Sungai Welo sebagai salah satu dampaknya.
Pada pencarian hari ini, tim SAR dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).
Tiga SRU ditugaskan untuk menyisir area longsor memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal, sedangkan satu SRU menyisir aliran Sungai Welo hingga Jembatan Doro sejauh 11 kilometer.
Namun, pencarian sempat dihentikan akibat hujan deras yang kembali mengguyur wilayah tersebut dan menimbulkan risiko bagi tim penyelamat.
“Hingga sore ini, pencarian masih belum membuahkan hasil. Keberadaan Saudara T belum terdeteksi. Besok, kami akan melanjutkan penyisiran dari Jembatan Doro hingga muara Sungai Welo. Untuk sementara, operasi SAR kami tutup dan dilanjutkan esok hari,” jelas Budiono.
Tim SAR gabungan terus bekerja keras meski dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem dan medan yang menantang, dengan harapan dapat segera menemukan Teguh Imanto serta memastikan tidak ada lagi korban lain dalam tragedi ini.
Masyarakat sekitar diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah tersebut.(sm)
