“Selesai jamaah salat subuh, saya hendak pulang. Tiba-tiba terdengar suara keras dari atas kubah. Ternyata setelah dicek, satu menara di bagian utara limasan ambruk,” ujarnya.
Ketua Takmir Masjid Agung Al Mabrur, Samsul Ridwan, menyampaikan bahwa pihaknya masih menghitung estimasi kerugian materiil akibat peristiwa ini.
Selain itu, mereka juga berupaya mencari solusi untuk perbaikan menara yang roboh serta mengantisipasi potensi kerusakan tiga menara lainnya.
Sebagai langkah awal, pihak takmir masjid akan menggalang dana melalui infaq dan shodaqoh dari jamaah serta umat Islam secara umum.
Samsul juga berharap adanya kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Semarang dan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Semarang, untuk segera mengadakan ‘rembug bareng’ guna membahas perbaikan bangunan masjid yang sudah mengalami kerusakan.
