Bahkan, di area salat, pihak masjid terpaksa memasang ember untuk menampung air hujan yang masuk dari atap yang bocor.
Takmir berharap adanya kerja sama dari berbagai pihak agar perbaikan dapat segera dilakukan untuk menjaga kelayakan dan kenyamanan masjid sebagai tempat ibadah utama di Kabupaten Semarang.
BPBD Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribiantoro, menyampaikan bahwa dalam dua hari terakhir, angin kencang melanda hampir seluruh wilayah Kabupaten Semarang, termasuk Kecamatan Ungaran dan Kaliwungu.
Beberapa laporan kerusakan akibat angin kencang telah diterima BPBD, mulai dari rumah yang kehilangan atap, pohon tumbang, hingga menara masjid yang ambruk.
“Pagi ini ada empat titik yang terdampak angin kencang. Kami telah menyelesaikan evakuasi menara masjid pada pukul 10.30 WIB dan menutup bekas menara yang roboh dengan terpal untuk sementara waktu. Kami juga akan terus memantau situasi tiga menara lainnya,” jelas Alex.
