Peternak harus memahami gejala klinis ternak terpapar PMK, secara umum lepuh atau luka berisi cairan pada lidah, gusi, hidung, tercak, atau kuku, air liur berlebih dan berbusa. Kemudian, hewan pincang atau tidak mampu berjalan, hilang nafsu makan dan demam tinggi sekitar 39°- 41°C.
“Jika ditemukan segera hubungi petugas kesehatan hewan, penyuluh pertanian,” lanjutnya.
Yunianto menekankan, agar tidak sembarangan orang dapat keluar masuk kandang, sebab virus bisa terbawa dari baju atau tubuh orang tersebut. Apalagi mereka yang usai dari kawasan ternak dengan potensi terpapar PMK tinggi seperti pasar hewan.
“Jangan mudah memasukkan ternak ke kandang sebelum dipastikan aman dari PMK. Jadi, ternak baru harus jalani masa isolasi atau karantina,” imbuhnya.
Vaksinasi dan pemberian pakan bergizi, terangnya, sangat menentukan agar daya tahan tubuh ternak prima. Jika ada virus masuk bisa menyembuhkan diri sendiri.
